Pastikan Penyebab Banjir, Bupati Luwu Utara Pantau Titik Lokasi Banjir dari Udara

Indah Putri Indrani
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani turut melakukan pantauan titik lokasi banjir dari udara, Selasa 21 Juli 2020. (Foto : facebook/IndahPutriIndriani)

KABARBONE.COM, LUWU UTARA– Bupati Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan Indah Putri Indriani turut langsung memantau titik longsor dari udara menggunakan pesawat helikopter, Selasa 21 Juli 2020, kemarin.

Pemantauan dilakukan untuk melihat kondisi hulu sungai yang merupakan salah satu faktor penyebab banjir bandang yang menerjang enam kecamatan di Luwu Utara.

Bacaan Lainnya

Dalam rombongan ada Komandan Korem Pak Brigjen TNI Firman Dahlan, perwakilan BNPB, dan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Utara. Peninjauan dilakukan di beberapa titik pegunungan, utamanya Gunung Magandang dan Lero.

Hasil analisis sementara yang dipaparkan Pak Ahmad, Kabid Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan DLH Luwu Utara, terdapat dua longsoran besar yang diakibatkan adanya proses geologi di dalam kawasan hutan lindung di pegunungan Lero dan Magandang.

“Berdasarkan pantauan udara dan hasil analisis sementara, banjir bandang kemarin masuk sebagai bencana geologi yang diakibatkan proses alamiah. Ada dua longsoran besar di Pegunungan Lero dan Magandang,” tulis Indah dikutip dari laman facebooknya https://www.facebook.com/IDPindahputri

Dijelaskannya lagi, Longsor Buttu Lero mengarah ke hulu sungai Radda di Desa Meli dan Desa Radda sedangkan Longsoran di Buttu Magandang mengarah ke Sungai Salu Kula melalui anak-anak sungainya.

Sungai ini terletak dan mengalir melalui Desa Maipi. Aliran saat banjir bandang membawa sedimen ke dua sungai yakni Sungai Radda dan Sungai Masamba.

Indah kembali mengatakan faktor curah hujan menjadi pendorong yang mengakibatkan sedimen yang sebelumnya telah tertumpuk di hulu sungai, terbawa air saat intensitas hujan sedang tinggi seperti yang berlangsung di Luwu Utara sampai hari ini.

Baca Juga  Sungai di Masamba Luwu Utara Meluap Lagi, Warga Panik Berlarian

Sedimen yang terbawa dari longsoran mengarah ke badan sungai. Badan sungai yang kecil tidak mampu menampung volume sedimen yang besar sehingga saat curah hujan tinggi, sedimen menjadi terbawa saat banjir melanda.

Sedimen yang jatuh jenisnya pasir yang berasal dari batu granit di pegunungan serta lumpur yang juga ikut terbawa.

Meski demikian, masih menurut Pak Ahmad, faktor utama penyebab banjir bandang dan jumlah titik longsoran masih harus melalui kajian lebih lanjut.

Karena itu, diimbau kepada masyarakat yang bermukim di bantaran sungai untuk sementara tidak kembali ke hunian hingga BMKG menyatakan kondisi cuaca kondusif.

“Informasi mengenai penyebab ini sangat penting untuk mengambil keputusan tepat sebagai langkah antisipasi. Salama’ki semua,” tutup indah. (dy)

#lutrabangkit
#IDP
#IndahPutriIndriani
#IndahnyaLutra
#GerakanLuwuUtaraMaju

Pos terkait

Tinggalkan Balasan