Jembatan Watu-Nagauleng di Tutup, ‘Pappincara’ Ketibang Rezeki

KABARBONE.COM, CENRANA – Jembatan yang menghubungkan Desa Watu – Desa Nagauleng Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone kini ditutup sementara sejak 29 Juli 2020 lalu.

Penutupan dilakukan, pasalnya jembatan tersebut kini sudah memasuki tahap pengerjaan untuk perbaikan.

Bacaan Lainnya

Total anggaran rehabilitasi
kurang lebih Rp 10 miliar dari bantuan keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dengan masa pengerjaan 180 hari kerja.

Rabu 1 Juli 2020, sejumlah kendaraan berat pun mulai terlihat menuju lokasi membawa tiang pancang beton dan sejumlah pekerja mulai melakukan pembongkaran bangunan jembatan yang lama.

Sejumlah tiang pancang beton mulai dikerahkan di lokasi perbaikan Jembatan poros Watu-Nagauleng Kecamatan Cenrana. (Foto : fb lsm lakra)

Bagi warga yang menggunakan roda empat yang hendak menuju ke kota Bone dari desa Desa Nagauleng atau sekitarnya mesti melalui jalur alternatif yakni melalui Desa Tocina menuju jalan Poros Kabupaten di Desa Pakkasalo Kecamatan Dua Boccoe dengan durasi perjalanan lebih lama, sedangkan untuk kendaraan roda dua dapat menggunakan jasa perahu rakit (pincara) yang disediakan oleh warga setempat untuk menyeberang Desa Watu atau sebaliknya

Papicara (sebutan untuk pengemudi perahu rakit) pun ketibang rezeki, karena akses tersebut merupakan jalur utama warga Kecamatan Cenrana menuju kabupaten Bone.

Ali Baba salah satu warga setempat yang dihubungi kabarbone.com mengatakan jasa penyeberangan untuk kendaraan roda dua sebesar Rp 5.000 rupiah per motor.

“Pincara menjadi jalur alternatif bagi pengendara roda selama jembatan ini dilakukan perbaikan. Kami berterimakasih atas respon pemerintah yang sudah melakukan perbaikan jembatan ini. (dy)

Baca Juga  Bupati Bone Lakukan 'Ground Breaking" Pembangunan Jembatan Watu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *